Struk belanja adalah benda yang tidak asing lagi di telinga masyarakat. Setiap melakukan transaksi di toko, kamu pasti akan mendapatkannya, tak peduli metode pembayaran yang kamu gunakan. Entah itu QRIS, tunai, atau menggunakan kartu debit atau kredit. Banyak orang juga yang menyimpan struk perbelanjaan untuk manajemen anggaran pribadi.
Selain menjadi bukti pembelian, struk belanja juga memiliki manfaat lain yang dapat dirasakan oleh pembeli dan juga pemilik bisnis. Bahkan, secarik kertas ini pun terdiri atas beberapa jenis yang bisa menjadi pembeda. Yuk ketahui lebih lanjut informasi mengenai struk belanja dalam penjelasan berikut ini!
Defisini Struk Belanja

Struk belanja atau receipt notes (nama lain: bon, nota, atau resi) adalah kertas berisi informasi mengenai produk atau layanan yang dibeli beserta nominalnya. Pemrosesan catatan belanja ini berjalan melalui mesin kasir toko setelah produk dipindai dan pembeli melakukan pembayaran.
Terkadang, keberadaannya dianggap sepele karena seperti sifatnya yang tak digunakan lagi setelah melakukan transaksi. Padahal, kalau kamu lupa apa saja barang yang telah dibeli beserta total biaya yang dikeluarkan, resi ini menjadi penyelamat. Karena perannya sebagai bukti pembelian, kamu bisa mengandalkan bon jika ada kekeliruan jumlah produk atau biaya.
Saat ini, untuk memelihara lingkungan dan tidak menumpuk sampah, dibuatlah sistem digitalisasi bon belanja. Kamu tak lagi menerima keterangan pembelian dalam bentuk kertas.
Kalau kamu belanja di minimarket, struk pembelian akan dicetak menjadi dua rangkap. Rangkap pertama akan diberikan penjual kepada pembeli. Sedangkan rangkap yang lainnya akan disimpan oleh penjual sebagai dokumen guna pembuatan laporan keuangan dan laporan penjualan produk yang terjual.
Baca Juga: Mesin Kasir vs. Point of Sale: Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?
Jenis-jenis Struk Belanja dan Bahan Baku Kertas yang Digunakan

Kegunaan struk belanja cukup luas dalam lanskap bisnis. Terdapat dua jenis bon pembelian yang dikenal oleh masyarakat, yaitu sebagai berikut:
- Struk kertas: merupakan tipe struk tradisional yang masih digunakan hingga saat ini. Informasi dalam receipt ini akan hilang seiring bertambahnya waktu jika kamu simpan.
- Struk digital: karena telah berbentuk digital, kamu tak perlu risau kehilangan bukti transaksi. Riwayat belanja akan tersimpan dan mudah kamu akses kapan saja. Opsi ini muncul sebagai respons atas kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Bon yang masih setia dimanfaatkan oleh penjual berbentuk kertas. Adapun kertas yang biasa digunakan untuk mencetak resi yaitu:
- Kertas HVS: kertas ini memiliki permukaan yang halus. Bon berbahan kertas HVS bisa kamu dapatkan ketika berbelanja di mal, transaksi di bank, SPBU, kafe, atau restoran.
- Kertas NCR (Non Carbonless Paper): struk harus dicetak menjadi beberapa rangkap agar penjual dan pembeli sama-sama memperoleh data transaksi. Untuk itu, terbitlah inovasi yang bernama kertas NCR ini. Kasir akan langsung mencetak hingga 2 sampai 3 lembar karena tulisan di dalam struk otomatis tembus ke lapisan 2 hingga 3 kertas.
- Kertas thermal: bila kamu pernah mendapat struk yang teksturnya halus dan memiliki efek kilap, berarti bukti belanja itu menggunakan kertas thermal. Harganya relatif lebih mahal, namun biaya pemeliharaannya terbilang murah.
Informasi yang Harus Ada di Struk Belanja

Struk perbelanjaan ibarat persetujuan antara penjual dan pembeli, sekaligus membantu kedua belah pihak dalam mengatur keuangan dan inventori. Ada beberapa poin yang wajib kamu sisipkan, yaitu:
- Informasi usaha yang mencakup logo, nama bisnis, alamat, nomor telepon, atau alamat kontak lainnya.
- Detail produk yang dibeli, seperti nama, tipe, ukuran, atau spesifikasi lainnya.
- Nomor struk dan nama pegawai yang melayani.
- Waktu pembelian.
- Jumlah produk yang dibeli beserta diskon.
- Total harga dan juga nominal kembalian.
- Metode pembayaran, baik itu kartu debit atau kredit, QRIS, atau tunai.
Apa Saja Manfaat dari Penggunaan Struk Belanja?

Nota belanja ialah kertas yang berperan vital untuk mencatat detail transaksi jual-beli. Manfaatnya tak bisa kamu remehkan, terutama untuk data finansial dan produk bagi bisnis. Adapun manfaat struk untuk operasional usaha adalah sebagai berikut:
1. Bukti Transaksi Pembelian
Resi belanja adalah catatan yang sah atas transaksi antara penjual dan pembeli. Dengan memiliki struk ini, kedua belah pihak memegang informasi penting dan resmi tentang pembelian yang dilakukan. Hal ini sangat berguna untuk mencegah perselisihan di masa mendatang.
2. Rekam Histori Transaksi
Riwayat transaksi tersimpan dengan rapi dan baik melalui keberadaan struk belanja. Informasi tersebut berguna untuk melacak pembelian sebelumnya dan membantu mengelola inventaris serta memantau tren pembelian.
3. Memudahkan Proses Retur

Sebagai contoh, kamu membeli sepasang sepatu secara daring. Setelah dicoba, ternyata sepatu tersebut tidak muat dan kamu ingin mengajukkan pengembalian. Kasus ketidakpuasan atau kebutuhan retur barang menjadi lebih mudah dengan bon transaksi. Penjual biasanya memerlukan bukti ini untuk memproses pengembalian atau penukaran barang.
4. Monitoring Keuangan
Baik keuangan pembeli atau pun Anda sebagai penjual, riwayat transaksi menjadi media untuk memantau keuangan. Pembeli menggunakannya untuk melacak pengeluaran, sedangkan penjual memanfaatkan bukti ini untuk melihat pendapatan serta arus kas.
5. Detail Pajak dan Laporan Keuangan
Dalam konteks pajak dan laporan keuangan, bukti belanja hadir sebagai bukti konkret dan valid. Seperti yang kamu ketahui, di dalam struk terdapat persenan pajak dari tiap produk atau layanan. Informasi ini berguna sebagai bukti pengeluaran atau pemasukan yang harus dilaporkan pada otoritas pajak.
6. Promosi dan Penghargaan Pelanggan

Beberapa bisnis mengandalkan informasi dari struk belanja untuk pemberian promosi atau penghargaan kepada pelanggan setia. dari analisis pola pembelian ini, penjual bisa memberikan insentif yang sesuai dan meningkatkan loyalitas konsumen.
7. Taat Pada Regulasi
Di sebagian jenis industri, seperti industri makanan, minuman, dan farmasi, bukti belanja menjadi unsur penting dari ketaatan pada regulasi. Ketentuan tersebut mengatur informasi yang wajib tercantum di dalam transaksi.
Baca Juga: Simpel, Ini 7 Tips Menjadi Kasir Agar Tidak Minus
Struk belanja memiliki beragam manfaat yang tidak bisa kamu pandang sebelah mata. Kehadirannya menjadi penyelamat terutama untuk mereka yang hendak ingin mengelola keuangan pribadi ataupun bisnis.
Bon pembelian bisa kamu gunakan untuk melacak inventori produk. Namun, di zaman yang serba cepat ini, kamu butuh mesin berteknologi canggih yang tidak hanya berguna untuk memproses nota belanja, tapi juga melacak total produk yang tersedia dan yang telah terjual.
Dengan iSeller, kamu bisa membuat nota digital secara otomatis di sistem, sehingga lebih praktis dan mudah diakses kapan saja. Sistem POS dari hardware dan software iSeller juga bisa menjadi solusi pintar untuk kebutuhan bisnis kamu! iSeller memiliki produk unggulan di kelasnya yang dilengkapi dengan fitur terlengkap. Integrasinya pun cepat dan mudah untuk toko online atau offline kamu. COBA GRATIS sekarang produk POS System iSeller dan rasakan manfaatnya untuk bisnis kamu!